1. Bayern Dominasi Sejak Awal
Bayern Munich tampil menekan sejak peluit pertama dibunyikan di Allianz Arena, Kamis malam (7/8/2025). Gaya bermain Die Roten yang khas, langsung menampilkan serangan agresif. Hanya dalam waktu 12 menit, Michael Olise mengirim umpan panjang yang diterima dengan sempurna oleh Harry Kane. Tak banyak yang bisa dilakukan kiper Guglielmo Vicario saat Kane melepas sepakan mendatar, bola meluncur ke gawang Tottenham, menjadikan skor 1-0 untuk Bayern.
2. Kegagalan Penalti Kane, Momen Kocak di Tengah Dominasi
3. Bayern Terus Mencetak Gol
Meski beberapa peluang terbuang, Bayern tak kehilangan momentum. Setelah beberapa usaha gagal, mereka akhirnya menggandakan keunggulan di menit ke-60. Kingsley Coman melepaskan tembakan melengkung dari tepi kotak penalti, dan bola dengan cerdik menembus pojok kanan gawang Tottenham. Keunggulan 2-0 semakin menyakinkan bahwa malam itu adalah milik Bayern.
4. Gol Pemain Muda, Kemenangan Gemilang
Tak hanya para pemain bintang yang tampil memukau, Bayern juga menampilkan bakat muda mereka. Lennart Karl yang tampil sebagai pengganti mencetak gol ketiga di menit ke-74. Tanpa kontrol berlebihan, bola yang disodorkan langsung dihujamkan ke gawang, menambah derita Tottenham. Menjelang akhir laga, Jonah Kusi-Asare, pemain muda lainnya, menambah penderitaan Spurs dengan gol indahnya pada menit ke-80. Tembakannya dari sisi kiri tak mampu dibendung Vicario. Laga berakhir dengan kemenangan telak 4-0 untuk Bayern.
2. Tottenham Hotspur Masih Ada Harapan?
Perubahan besar datang dengan hengkangnya Son Heung-min ke LAFC dan kedatangan pemain-pemain baru seperti Joao Palhinha. Meskipun kalah, pertandingan melawan Bayern menjadi momen krusial bagi Spurs untuk mengukur kekuatan mereka. Bagi mereka, laga ini menjadi tolok ukur seberapa dalam persiapan mereka menjelang Liga Inggris dimulai.
3. Kane dan Reuni yang Penuh Emosi
Bagi Harry Kane, laga ini bukan hanya soal kemenangan. Ini adalah pertemuan emosional dengan mantan klubnya. Sebagai pencetak gol tunggal untuk Bayern, Kane tak hanya menorehkan gol, tapi juga kisah penuh haru bagi para penggemar Tottenham. Dari bintang yang dibesarkan Spurs, kini menjadi hantu yang menghancurkan mereka.
Penutup
Tentu saja, meski Tottenham kalah telak, masih ada harapan untuk kebangkitan di masa depan. Mereka harus menganalisa kekalahan ini sebagai pelajaran dan mempersiapkan diri lebih baik menghadapi tantangan musim baru. Jika mereka bisa belajar dari kekalahan ini, mungkin musim depan bisa lebih cerah.
Dan, seperti kata pepatah: "Kemenangan adalah milik mereka yang bersedia belajar dari kekalahan."
0Comments